Pada saat musim hujan tiba, tanaman cabe menjadi mudah mati. Hal ini karena perakaran yang kuat. Akibatnya, tanaman mudah terserang hama. Untuk memperkuat perakaran sebagai cara merawat cabe, perlu dilakukan pemupukan dengan pupuk kalsium (Ca) dan kalium (K).
Cara merawat cabe yang paling pokok adalah dengan menyiramnya. Penyiraman air yang cukup, teratur, sesuai dapat menjaga kesehatan tanaman agar tetap segar. Terdapat air khusus yang mampu membuat cabe semakin tumbuh dengan baik. Siram tanaman cabe dengan air tajin atau air cucian beras secara teratur yakni satu kali sehari. Baca Juga
Tanam cabai bisa dilakukan penyiraman dengan air yang cukup dalam waktu satu kali sehari. Namun, jika musim panas menyerang cukup siram tanaman sebanyak dua kali dalam sehari. Jikalau musim hujan menyerang, tidak perlu setiap hari melakukan penyiraman. Mama perlu memperhatikan cara penyiramannya.
2. Puncak Arus Mudik Libur Nataru Diperkirakan 22-29 Desember 2023. 3. Transaksi di Pasar Induk Among Tani Kota Batu Gunakan QRIS Bank Jatim. 4. Harga Cabai Naik Jelang Nataru, DIY Berupaya Jaga Pasokan. Musim kemarau panjang berlangsung pada 2023.
Esra Dopita Maret Tim Redaksi Lihat Foto Ilustrasi tanaman cabai, daun cabai. (SHUTTERSTOCK/PIOTR.MA) JAKARTA, KOMPAS.com - Menanam tanaman cabai pada musim hujan, berpotensi memperoleh keuntungan tinggi sekaligus kegagalan besar.
Tak kalah penting, petani harus tahu cara pemupukan yang bijak. Pastikan nutrisi cabai terpenuhi saat masa vegetatif dan masa produktif buah. Gunakan pupuk yang cocok untuk tanaman cabai dan sesuaikan dengan panduan dosis yang dianjurkan. Pemupukan yang tepat dapat membantu pertumbuhan dan produksi buah yang baik.
.
cara merawat cabe di musim kemarau